Kiranya negara bisa mewujudkan kemudahan untuk warganya hidup tenang, aman, dan bisa mencukupi kebutuhan pokoknya. sukur-sukur bisa punya rumah dan kendaraan sederhana saja. anak bisa sekolah sampai tinggi dan biaya kesehatan terjangkau. jangan khawatir, rakyat akan membayar lagi untuk semua kemudahan itu. kami tidak minta gratisan.
kenaikan harga bbm belum juga benar-benar diberlakuan, rencananya awal bulan depan. tapi harga bahan pokok sudah naik duluan. tak bisa menyalahkan pedagang. mereka juga manusia yang ikhtiarnya adalah berjulan. di mana2, tak mungkin berjualan merugi. beras, terigu, gula, sayur mayur, minyak, dst.
bagi yang punya kendaraan sendiri, harus merogoh lebih dalam dompet. seorang teman yang memakai mobil biasanya diisi pertamax kini beralih ke premium. ia tidak sendiri, pengguna pertamax yang lainnya pun kabarnya berbondong-bondong beralih ke premium yang disubsidi itu.
edan benar kondisi ini. pemerintah mengaku apbn terlalu terbebani karena menanggung subsidi bbm yang mencapai rp 200 triliun itu. negara bisa bangkrut kalau terus-terusan menanggung subsidi dalam jumlah luar biasa. apalagi harga minyak dunia semakin menggila. negara mengaku kepayahan.
apbn berat kok rakyat lagi yang pertama digencet untukmemikul. yang bikin bangkrut negara itu siapa? bukannya para pengelolanya sendiri? sebutlah koruptor yang pada masih merasa punya martabat itu.
selama ini sumber apbn juga dari rakyat. sekecil apapun, setiap rakyat bayar pajak. makan di warteg, naik bis ekonomi, naik ojeg, beli baju setahun sekali, bayar parkir, bayar telepon, listrik, bahkan ketika bayar rumah sakit sekalipun. semua rakyat nyumbang pajak.
rakyat tak pernah rewel, tak meminta fasilitas gratisan dan fasilitas ini itu dari negara. rakyat tak semanja anggota dpr, pejabat publik, dan para pegawai negara tak tau diri itu. rakyat tak pernah ngutil uang dari hutan, malakin bi, nyunatin anggaran impor beras dan gula, mark up anggaran rapat, karcis tol gratis, petentang-petenteng dengan mobil yang setiap tahun baru – entah itu mobil dinas maupun mobil hasil pendapatan yang tidak pernah jelas halal haramnya, dst. rakyat hanya memberi, dengan sedikit saja harapan: kiranya negara bisa mewujudkan kemudahan untuk warganya hidup tenang, aman, dan bisa mencukupi kebutuhan pokoknya. sukur-sukur kalau akhirnya bisa punya rumah dan kendaraan sederhana saja. anak bisa sekolah sampai tinggi dan biaya kesehatan terjangkau.
jangan khawatir, rakyat akan membayar lagi untuk semua kemudahan itu. kami tidak minta gratisan. rakyat tak pernah menjarah, rakyat tak pernah memelas balas budi. sekali lagi, sangat berbeda dengan para aparatur negara yang sedikit-sedikit merasa sudah banyak bekerja dan untuk itu merengek tunjangan dinaikkan.
hhh .., bapak2, ibu2, yang selalu berebut jadi memimpin bangsa ini di tingkat apapun, yang masuk jadi pns harus berjubel2 antri dan berebut jabatan, lelah rasanya hati ini. kondisi memang sulit, tapi sebenarnya hati kami akan sedikit adem andaikata ada teladan dari para pemimpin dan pegawai negara. teladan yang tidak hanya seperti iklan partai di televisi, di mana sang ketua umum tampak sangat peduli sekali dengan rakyat jelata: menyelimuti gelandangan, merangkul anak-anak di sekolah reyot, ikut mendorong metromini mogok, dst.
ah, andai kata itu benar2 terjadi. yang sering saya lihat kenyataannya malah jungkir baliknya itu. kesan congkak, jauh, dan sok bersih. sekali lagi, ibarat rakyat disurut menghemat, dihimbau prihatin, dan diminta bersabar … oleh orang-orang yang tak pernah kelihatan menghemat, hidup jauh dari prihatin, dan tak pernah merasa cukup dengan apa2 yang sudah dirampasnya dari rakyat.
innalilahi ….
Filed under: Uncategorized | 1 Comment »